Selasa, 14 April 2015

BANYUWANGI

THE BEAUTIFUL OF "SUNRISE OF JAVA"








Mungkin itulah ya sebutannya. Bagi temen-temen yang notabene adalah penduduk Jawa Timur, pasti uda pada ngeh dengan istilah itu. Atau bahkan sekarang sudah banyak yang tahu. Ya, dialah Banyuwangi atau yang juga terkenal sebagai tanah Blambangan. Dalam beberapa tahun terakhir, Banyuwangi sedang eksis mengeksplor potensinya, dari segi budaya, kesenian, potensi SDA dan tak lupa yang paling menarik dan banyak dicari adalah Potensi wisatanya. 
Kabupaten yang terletak di ujung timur pulau Jawa ini memang memiliki banyak daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara gues. :D tercatat lebih dari 15 spot pantai indah nan menawan di tanah Blambangan ini. Selain itu terdapat pula Gunung dan beberapa Taman Nasional, waw waw, kebayang kan sebesar apa potensinya. Kalo selama ini yang temen2 tau adalah P. Bali (baca: Pulau Bai bukan Pak Bali), sekarang musti berfikir untuk menengok eksotika alam yang lebih beragam di BWI (sebutan untuk Banyuwangi).
Saya sendiri sempat tinggal di Banyuwangi lebih kurang sebulan saat Latsitarda XXXIV, yaa tapi belum sempat eksplore surga di BWI, hhe. Akhirnya setelah dapet momen yang pas, beberapa tempat di Banyuwangi uda pernah tak JAJAKI. The beautiful paradise of BWI  yang udah tak jajaki diantaranya ni :

  1. Green Bay, adalah bagian dari Taman Nasional Meru Betiri. Yang ini berada di wilayah Laut Selatan Jawa. tempatnya Keren Abis. (Y). 
  2. Pulau Merah (Red Island) terletak di sebelah timur Green Bay, masih tetap di Laut Selatan Jawa.
  3. Kawah Ijen, yah walau belum sempat liat Blue Fire
  4. Blimbing Sari, pantai terdekat dengan Bandara Blimbing Sari Banyuwangi
  5. Senggrong
sebenarnya masih banyak banget, kayak pantai Boom, Pantai Muncar, Pantai dengan nama2 yang sangat banyak disepanjang tebing pantai Alas Purwo. Bergeser kesebelah utara adalah Kabupaten Situbondo, tempat dimana terdapat Taman Nasional yang mirip dengan Padang Rumput di Afrika. Namanya Taman Nasional Baluran. Ga usah Khawatir vroh, didalamnya juga ada pantainya yang keren. Jadi selain bisa menikmati hamparan Padang Rumput yang keren, hewan2 (ya walau cuma Kerbau, Rusa, sama Monyet aja Sih), bisa langsung mandi di Pantai juga. Taman Lautnya disini juga mantap.
Bagi yang seneng berwisata Taman Laut, ada benernya kalo berkunjung ke Senggrong. Ini masuk dalam Kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Disini ada salah satu spot yang dijadikan untuk diving. Akses menuju kesini cuma bisa via Laut, berangkat dari pelabuhan Muncar dengan waktu tempuh sekitar 2-3 jam, tergantung jenis Kapal yang digunakan. Kemarin beruntung aye dan rombongan dapat sodakoh gratis dari saudagar Kapal untuk pelesir kesana. Mayan, naek Kapal seharga 750 jeti gratis punyanya ABAH MOMON :D . jadi critanya habis dapat tangkapan ikan mencapai 50 ton, mampus berat banget tu. makanya si Abah sodakoh sama kita haghag.
Dah, pindah ketengah kota BWI, ga kalah keren dengan pesona alamnya. Lanskap kota yang patut dikunjungi adalah TAMAN BLAMBANGAN, atau kalo kite kite sebut ni semacam Alun Alun Kota gitulah. Disini ga kalah sama Kota Jogja, yang kalo malam ada semacam pementasan Seni untuk melestarikan Budaya asli daerah. Pokonya pas malam minggu ente ente keliling aja deh disekitaran Taman Blambangan, pasti bakal ditemui pementasan seni "gratis" jadi bisa sekalian take and give  eh take photo maksudnya, hhe. Dan kalo minggu pagi, lewat aja di Taman Blambangan,  and you will find an amazing pemandangan :D. disana kalian bakal temui pengamen. iya pengamen. trus apa spesialnye bangg??!!! ya sabar co*g, pengamen disini beda sama tempat lain. pernah dengar "banyuwangi ethno carnival"? nah pengamennya pake baju kek gitu men. muantep abis. jadi mereka ngamen bukan karena males kerja atau meminta minta broh. tapi buat ngenalin budaya, nah sekali lagi atas nama budaya. keren toh.
waduh, sudahlah terlalu banyak kisah banyuwangi kalo mau ditulis, bisa kriting tangan eyke -___-
oiya jangan lupa mampir ke desa Adat, dan jangan lupa foto2 di tugu LATSITARDANUS XXXIV di perbatasan desa Cluring dan Jajag Kec. Gambiran, wkwkw, salam Praja dan Taruna serta Mahasiswa peserta. bye.









Kamis, 16 Oktober 2014

Trip to Jogja to love Indonesian Culture part III (Monumen Jogja Kembali)

Monumen Jogja Kembali/ Monjali merupakan salah satu dari banyak ikon wisata sejarah di Jogjakarta. Belakangan saya tahu bahwa Monjali dibangun pada 29 Juni 1985. Ya, sesuai dengan namanya monumen ini bertujuan mengenang peristiwa perebutan kembali kota Jogjakarta dari tangan Belanda yang kita tahu dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Monjali terletak di jalan lingkar utara (ring road utara), di Kelurahan Jongkang, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Dengan posisi yang strategis ini Monjali dapat diakses dari manapun baik dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.
pintu utama Monjali
        Monumen Jogja Kembali ini berbentuk bangunan berbentuk kerucut yang menjulang tinggi (bagi temen2 yang sekolah di IPDN, dari jauh bangunan ini mirip dengan gerbang utama IPDN). Terdiri dari 3 (tiga lantai) yang dapat diakses dari 4 pintu utama. Pintu depan dan belakang mengakses langsung ke lantai dua, dan dua pintu disamping mengakses ke lantai satu. Sebelum memasuki gedung Monjali kita dapat melihat tembok besar tepat di depan pintu utama Monjali yang bertuliskan nama-nama pahlawan yang berjuang merebut Jogjakarta. Sedang di pintu masuk taman wisata dipajang merium bergerak yang dulu digunakan dalam serangan umum 1 Maret 1949.
nama-nama pahlawan serangan umum 1 maret 1949

batu pahat perewmian Monjali oleh Presiden Soeharto
          Memasuki Monjali, ada baiknya kita melewati pintu samping, jadi kita akan masuk dahulu ke lantai pertama. Di lantai 1 ini kita dapat menyaksikan berbagai peninggalan sejarah, mulai dari tandu Panglima Besar Jend. Sudirman, Meja kerja Sultan Hamengku Buwono, Meja kerja Sri Sultan Paku Alam, senjata zaman itu, lukisan serta diorama dapur umum dan banyak hal menarik dengan penjelasan historiknya. Pada lantai 1 terbagi dalam 4 ruang museum yang masing2 diberinama museum 1 hingga museum 4. Di ruangan ini kita akan benar2 merasakan nuansa historik dari peristiwa bersejarah di Jogja.
diorama pakaian pejuang di lantai 1
          Kemudian dengan menggunakan lift kita menuju ke lantai 2. Di lantai 2 berisi dengan puluhan diorama yang mengisahkan tentang direbutnya Kota Jogja oleh Belanda hingga berhasil direbut kembali oleh pejuang-pejuang kita. Diorama Presiden Soekarno yang berunding dengan Moh. Hatta dan Jenderal Sudirman di dalam ruangannya menjadi pemandangan yang menarik, seolah olah membawa kita larut kedalam pertemuan penting itu. Pengasingan Presiden Soekarno dan Bung Hatta ke luar Jawa hingga Perjanjian roem roeyen disajikan dengan nuansa yang sangat bernuansa sejarah, semua dibuat seolah olah asli. 
diorama suasana perundingan di ruang Presiden Soekarno
     Selepas berkeliling di lantai dua akan semakin terasa nuansa heroik yang membuat kita seolah olah hanyut dalam perjuangan perebutan kembali Kota Jogjakarta. Serangan umumnya dipimpin oleh Letkol Soeharto. Selanjutnya kita menuju kelantai 3, aksesnya bisa dengan lift bisa juga dengan mendaki anak tangga. Dilantai tiga merupakan ruang perenungan dan ruang berdoa untuk para pahlawan. Sumpah, suasananya bikin merinding. Dalam ruang ini hanya berisi satu tiang bendera merah putih yang tepat diatasnya adalah sumber cahaya dari luar, kesannya keren banget. Disamping kanan kiri adalah pahatan kepalan tangan pejuang di sebelah kiri dan tangan yang memegang pena di sisi sebelah kanan. Sedangkan tepat diujung berisi pesan yang ditulis di atas keramik. Disini kita diberi kesempatan untuk merenung setelah melihat dan menyaksikan perjuangan pahlawan di lantai 1 dan 2. Ini ruangannya cocok banget buat merenung, bisa nangis kalo daritadi bener2 menghayati perjuangan para pahlawan kita. Membuat kita berfikir untuk berbuat lebih banyak demi Indonesia dan demi pahlawan2 kita tentunya. keren.
tiang bendera di ruang perenungan
         Kawasan Monjali sendiri disamping wisata sejarah juga menawarkan keindahan lampion-lampion yang ramai di malam hari. Lebih dikenal sebagai taman Pelangi. Tapi kalau kita kesananya malam, kita ga bisa akses ke gedung monumen, hanya untuk kongkow dan nikmatin jajanan aja. Oiya, akses ke monumen untuk siang hari cuma Rp. 10.000,-, ini ga ada apa2nya dengan sejarah yang disajikan. ga bakal nyesel deh kesini.

Rabu, 15 Oktober 2014

Trip to Jogja to love Indonesian Culture part II (Prambanan)

tiket masuk Prambanan Temple

Heh hoh... di Part I  kita ngomongin seputaran Keraton alias ngomongin masalah zaman kerajaan di indonesia (Negeri yang indah ini reg.) Nah, sekarang kita lanjut <tepatnya mundur> ke zaman megalitikum, tempat yang cocok adalah Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. 
candi yang berisi kendaraan Dewa Brahma
Prambanan merupakan kompleks candi yang sangat luas di D.I. Yogyakarta. Candi yang ditampilkan diatas adalah kelompok candi Rorojonggrang. Di dalam kawasan wisata ini khususnya di wilayah belakang masih terdapat beberapa candi lagi seperti candi Sewu yang terkenal dengan legenda Rorojonggrang, candi Bubrah dan beberapa candi kecil. Untuk masuk kawasan wisata candi ini kita harus membayar senilai Rp. 35.000,- harga yang murah untuk berbagai macam wisata yang disediakan. Letak kompleks candi ini sendiri dari pusat kota Jogjakarta sekitar 30 menit dapat ditempuh dengan kendaraan umum karena letaknya di jalan lintas Jogja-Solo.
relief candi
      Panorama yang ditampilkan di tempat ini sangat Elegan, candi prambanan merupakan candi yang ditetapkan sebagai World heritage (Warisan Dunia) oleh UNESCO. Ketika berada di area candi Prambanan, ada hal lain yang saya rasakan selain rasa kagum akan keindahannya. Besarnya batu-batu yang disusun bertumpuk sampai setinggi 47 meter (paling tinggi) untuk candi Siwagrha (Rumah Siwa) dan. Bayangin aja, pada zaman segitu manusia udah bisa buat patung batu setinggi 3 meter dan nyusun batu kotak-kotak segedhe itu sampe ketinggian 47 meter tanpa LEM. Jadi sebenarnya orang-orang Indonesia pada dulunya adalah orang-orang hebat dengan kebudayaan yang sangat maju bahkan tempat seperti Machu Pichu di Peru pun di Indonesia telah ditemukan (baca Gunung Padang, Cianjur).
keren kan epic nya
       Ketika awal ditemukan sebenarnya candi Prambanan dalam keadaan roboh yang diperkirakan karena gempa bumi, dan berhasil di pugar oleh para Arkeolog. Di belakang candi Prambanan, kita akan menjumpai taman dan persewaan sepeda untuk berkeliling kompleks candi (maklum, luas banget, cape kalo jalan kaki). Sewa sepeda cukup dengan Rp. 10.000,- dan Rp20.000,- untuk sepeda dobel. Dengan sepeda kita bisa menuju candi Sewu dan candi Bubrah.
Patung Wisnu (kalo ga kliru)

       Disebelah tengah terdapat bangunan dengan desain klasik yang ternyata adalah Museum Prambanan. Dimuseum ini kita akan mendapati berbagai patung bagian dari candi Prambanan yang memang sengaja di tempatkan dimuseum untuk edukasi. Patung dewa Siwa setinggi 3 meter yang merupakan penghuni utama candi Prambanan disimpan ditempat ini. Fosil kepala kerbau (bekas sesaji), uang zaman itu, berbagai peralatan dari emas, foto kisah prambanan dan lain sebagainya. POkoknya edukatif banget di dalam ruangan ini. Ada juga ruang audio visual yang menggambarkan cerita pewayangan terkait asal-usul candi. Wisata disini ga bakal nyesel deh, tempatnya ga kampungan, terus edukatif banget. Ditambah kalo kita mau sedikit merenung tentang sejarah di tempat ini, lu lu orang bakal makin cinta dan ga rela Indonesia dibilang kalah dengan negara lain, itu bener!!! dan Indpnesia ga bisa dibandingkan dengan negara-negara ecek-ecek yang sejarahnya gitu gitu aja, kita adalah bangsa besar kawan, mari bentangkan sayap Indonesia!!!