Tampilkan postingan dengan label alam lumajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam lumajang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

From B29 with LOVE

Drama B-29

Kesekian kali, lalu apa yang spesial?
Semilir Angin sepoi dingin yang kerap membelai manja setiap wisatawan yang datang?
atau hamparan awan putih bak permadani surga terhampar diantara bukit bukit hijau keabu-abuan?
ah, bukan itu. 

selalu ada yang sama dan berbeda dalam setiap perjalanan. seperti dia yang sesekali muncul dalam setiap penggalan cerita, hingga akhirnya kami berhenti untuk sebuah cerita yang panjang, yang mungkin pernah hampir mati, tanpa benar-benar pernah mati.

ah sudahlah, kenapa bercerita tentang dia, bukankah puncak ini (re:B29) jauh lebih menawan untuk diceritakan? puncak yang selalu dan akan selalu bersimpuh dengan anggun, menunggu penikmatnya yang datang silih berganti. menampakkan keelokan yang tak pernah pudar memikat siapapun yang melihatnya.
tapi tunggu dulu, mungkin dia lebih indah. 

BERSAMBUNG

Rabu, 03 Juni 2015

BANANA 'GOWES' TO TUMPAK SEWU (COBAN SEWU)



BANANA 'GOWES' TO TUMPAK SEWU (COBAN SEWU) 
Persiapan meluncur dari Kantor Kecamatan Candipuro

Health, Fun, & Entertain....
yo yo yo mari biasakn Hidup sehat :D 
Momen pertama Gowes dengan jarak tempuh dan medan yang waw!!!. Mendengar tentang ditemukannya spot wisata baru di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang telah menarik perhatian tim Banana Gowes untuk mengibarkan bendera di tempat yang disebut sebut sebagai "Niagaranya Lumajang" itu. 

Di bawah arahan Pak Ketum yang notabene adalah Camat Candipouro, pada hari Jumat itu tim bergegas mempersiapkan diri sejak pukul 05.00 WIB. Armada berupa sepeda MTB sendiri telah bersiap sejak Kamis malam. Sebelumnya beberapa anggota tim telah melakukan survei rute yang akan ditempuh dengan mempertimbangkan medan dan keterjangkauan kendaraa. Setelah semua informasi dan persiapan dirasa telah optimal, maka dengan semangat berkobar kobar kami mulai perjalanan.

1 kilo, 2 kilo 3 kilo... hahh, baru sadar ternyata untuk menuju ke Tumpak Sewu pertama tama kita harus mencapai perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, karena disanalah pintu masuk untuk menikmati air terjun ini tepat dari sisi atasnya. Nah, adapun kondisi dari Kantor Kecamatan Candipuro menuju tempat dimaksud merupakan tanjakan tiada akhit :(... sudah akrab ditelinga masyarakat mengenai Piket Nol. Jalan berupa pegunungan yang berliku-liku dan jalan itu harus kami tempuh dengan mengayuh sepeda MTB. Yah walaupun dibelakang kami telah siap sebuah Isuzu Panther ber-Plat Nomor merah yang setia menanti setiap anggota Tim yang sudah mengibarkan bendera putih.
Beberapa kilo berlalu, hingga ada beberapa anggota yang mengibarkan bendera putih tanda tak mampu, hehe...(inilah yang menjadi bahan ledek meledek nantinya). Hingga pada akhirnya sampailah Tim pada Pitstop I yang telah ditentukan di Gladak Perak Candipuro. Ini merupakan gladak peninggalan Belanda dengan ketinggian mencapai 70 meter. sejenak kamiberhenti untuk rehat gaes, nih fotonya wkwkw

Pitstop I (gladak Perak) baru
Setelah melepas lelah di Gladak Perak baru, berpindah ke Jembatan lama ... cus
Gladak Perak Lama
Istirahat sekitar 15 menit, lumayanlah buat ngisi tenaga yang sempat terkuras, hehe. Kemudian dibawah komando Pak Ketum, kami mulai perjalanan lagi,, haduhh liat jalan aja udah bikin pusing, lah dalah disuruh ngontel lagi. Tapi dengan bekal semangat yang masih tersisa ditambah iming2 pemandangan tiada tara, perjalanan pun dilanjutkan,, go go go...
Hingga lewatlah kami di piket nol, rehat sekitar 10 menit, luanjot lagii
Goa tetes... lanjutttttt...............................
Nah, sampai di gapura perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang. disisi sebelah kiri terdapat jalan setapak yang masih bisa dilalui sepeda Gunung. Namun sebelum berlanjut, Tim melaksanakan sarapan pagi ditepi jalan raya. Makan nasi bungkus yang syarat gizi, haha
Kemudian berlanjut menelusur jalan makadam hingga menemukan aliran sungai yang nantinya bermuara di Air Terjun yang sedang kami tuju. Setelah melewati Jalan itu, kami harus rela dan siap nyebur kesungai dengan sepeda yang tim tunggangi. Adakalanya sepeda harus digotong karena jalur sungai yang tidak mungkin dilewati sepeda.
Nggotong sepeda, salah satu rintangan yang ditempuh
 Uyeaaaaaaahhhh,,, dannnn sampailah.....
Pemandangannya memang indah banget, waktu kami kesini, lokasi ini belum dibuka dan masih belum banyak penduduk yang tahu sehingga dari atas maupun dari bawah terlihat suepi.
Dan hingga pada kemudian hari kami bisa sampai di bagian bawah air terjun dengan bergabung sama sama Tim Bappeda Kab. Lumajang.

sampailah betaaaa -_-
Tim


Personal

Tim again

Jalan menuju bawah air terjun

Dari sisi aman

Hiburan di perjalanan


Jumat, 29 Mei 2015

TEH KERTOWONO

BER'TENGGER' DI SISI TENGGER


Masih berkutat di "pelataran" Kabupaten Lumajang. Yah, kali ini mencoba menjelajah sisi Tenggara Kota Pisang. PTPN XII KERTOWONO. ada yang pernah denger nama ini? hehe mungkin masih sedikit yang tahu tentang Perkebunan Teh yang teletak di sisi barat Kabupaten Lumajang ini, kalaupun ada yang tahu mungkin sebatas tahu namanya tanpa pernah menjelajah pemandangan yang bersemayam di dalamnya. Mungkin ini bukan pengalaman pertama menjelajah jalanan makadam di sepanjang perkebunan Teh Kertowono di Kecamatan Gucialit. 

Bagaimana menuju ke Kebun Teh Kertowono?
Yak, yang paling rasional adalah menggunakan kendaraan pribadi, berupa motor ataupun kendaraan roda 4 kelas off road. Mengapa harus kendaraan pribadi? karena kendaraan angkutan umum hanya beroprasi samapi Pasar Gucialit yang terletak di sisi bawah perkebunan. Untuk masalah jalannya tidak terlalu sulit, cukup mengikuti jalan Lumajang-Gucialit. Kemudian setelah sampai di komplek perkebunan, kita akan mulai dengan perjalanan bergelombang, hehe. Ya, bergelombang karena udah mulai memasuki jalanan makadam (*jalanan tanah dan bebatuan. 
Jalan inilah yang akan kita lalui sembari menikmati pemandangan dan udara segar beraroma Teh khas perkebunan Kertowono. Sepanjang perjalanan kita ga akan bertemu dengan pemukiman guys, ini berbeda dengan perkebunan lain seperti di Jawa Barat ataupun di Kayu Aro Kerinci (kebetulan pernah kesana hehe).


Apa bagusnya??
buat temen temen pecinta off road dan petualang sejati, sensasi jalanan makadam yang sedikit curam dibalut dengan tanaman semak yang disebut 'tea' disamping kanan kiri dan depan belakang bakal bikin betah deh. Selain jalanan yang memicu adrenalin tentunya, mata kita bakal di manjakan dengan lekukan lekukan bukit teh yang indah, apalagi pas cuaca cerah dan musim petik teh, bakal ngrasa kayak lagi main FTV :D
Lanjut ya, setelah sejam perjalanan dari pintu masuk perkebunan kita bakal sampe di afdeling Sukosari, ini bahasa Belanda yang artinya Divisi Sukosari. Nah disinilah akan kita temui pemukiman lengkap dengan tempat peribadatannya. Jadi Avdeling Sukosari ini ceritanya adalah pemukiman para pemetik teh. Suhu udara disini lumayan dingin, yaa kalo pasangan suami istri tinggal disini hiburannya kayanya cuma 1 aja deh :D
Lanjut, dari Sukosari kita akan dihadapkan pada dua jalan -jalan kebenaran dan jalan kebaikan- hahaha.
jadi nanti ada pertigaan, yang kalau kita tempuh jalan yang lurus kita akan ke surga desa Sombo yang merupakan jajaran desa terluar dari Kabupaten Lumajang. Konon katanya desa ini bagus beudd dikala senja ataupun pagi hari, yang daripadanya akan nampak keindahan Kab. Lumajang dari ketinggian sekian sekian dpL


pada pilihan kedua, yaitu jalan kearah kiri, jalan ini menuju ke neraka Desa Kulon Gunung. Desa inilah yang kemarin kami kunjungi. Merupakan Bagian dari Kabupaten Probolinggo, lah kok bisa?? ya ternyata kalo kita jalan lewat Perkebunan ini, jujukannya adalah Kab. Probolinggo yang notabene terletak di sebelah barat Kab. Banyuwangi. Kurang ada yang spesial disini, namun mungkin ada sesuatu tersimpan pada budayanya yang belum sempat kami eksplore, next time kali ya, soalnya udah kesorean

oiya, sedikit pengetahuan, bahwa di Sukosari pada masa itu pernah terdapat perkebunan Strawberry yang dikembanagkan oleh Orang Bandung, namun sekarang sudah tidak dikembangkan oleh masyarakat Sukosari, entah kenapa kami belum tahu hehe. OK selamat mencoba bertualang di PTPN XII Kertowono Lumajang, jangan lupa cicipi Teh Gajah asli Lumajang. (Y)


Senin, 06 Oktober 2014

off road to B-29

PESONA B-29
(Solo touring at Idul Adha moment)

Huh hah, finally. Luar biasa banget senengnya+capeknya. Ini adalah perjalanan kedua saya mencoba menginjakkan kaki di puncak B-29 setelah sebelumnya gagal pada bulan Januari lalu. baca#puncak b-29.  Selayaknya orang yang haus akan keindahan alam, kegagalan itu menjadi pembakar hasrat untuk harus mencapai puncak B-29 ini. Setelah berbulan-bulan menanti momen ini, akhirnya hari minggu tgl 5 Oktober kemarin ditemani motor Monstrec (trail pinjeman pakde) dan seekor manusia bernama Abdi, kami berdua dapat mencapai puncak B-29 yang akhir2 ini lagi booming di kalangan penikmat wisata alam dan off road. Tulisan sodara Veri Puji baca disini selaku rekan saya memberi sedikit gambaran tentang perjalanan kesana.

Berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB kami berbekal lontong (nasi gulung daun pisang) kebetulan pas momen Idul Adha lengkap dengan sayur lodeh dan beberapa potong ayam+telur sebagai bekal. Berbekal pengetahuan bulan Januari, kami pikir jalan menuju kawasan di Desa Argosari tersebut tidak banyak berubah, berliku dan menanjak namun tidak memberi masalah, apalagi kali ini motor yang kami gunakan adalah jenis Trial off road, jadi memang sudah siap dengan kondisi jalan yang mungkin terbilang sulit. Di kawasan Senduro sendiri sudah sangat kenamaan dengan berbagai wisaa alamnya mulai dari gunug Bromo, Pendakian Semeru, Ranu-ranu dan Pura Agung. Untuk menuju wisata di atas awan*nama lain B-29, kita akan melewati jalan yang berbeda ketika manuju ke Ranu Pani atau Pendakian Semeru. Jalan yang diambil adalah jalan lurus menuju Pura Mandhara Giri.

dari sinilah perjalan terasa dimulai, pertama-tama kita melewati Pura Agung dan selanjutnya memasuki wilayah Desa Kandang Tepus. di Desa inilah susu sapi berkualitas untuk merk Nestle dihasilkan. Melewati Desa Kandang tepus kita akan bertemu pertigaan yang keduanya nanti bermuara pada jalan yang sama menuju B-29. Saran saya temen2 sebaiknya mengambil jalan yang lurus (tidak usah belok kanan) karena jalan yang lurus kondisinya baik, tidak rusak seperti kalo kita ambil jalan ke arah kanan. Nanti temen2 akan menjumpai pasar sayur, yang kemudian ambil arah ke kiri.

Sekitar 4-5 kilo kondisi jalan dapat dikatan baik. Sedikit-demi sedikit pesona alam pegunungan akan terasa ketika temen2 mendekati pintu masuk desa Argosari. Di sebelah kanan dan kiri kita adalah hutan dan tanah yang di kelola petani sayur setempat. Tanah pertanian ini terbilang ekstrim dengan kemiringan yang sangat terjal. Perjalanan dilanjutkan sampai menemui pertigaan Desa Argosari. dalam tulisan Sodara Very Puji *baca disini kita akan mendapat rekomendasi memilih jalan yang mengarah ke kanan, ini dengan pertimbangan bahwa jalan tersebut lebih landai dan kondisinya yang beraspal, cocok untuk temen2 yang suka jalan nyaman.

Namun jika temen2 membawa kendaraan off road seperti yang saya gunakan, pilihan yang direkomendasikan adalah -jalan lurus-. Jalan ini sangat terjal, akan tetapi lebih dekat dibanding jalan yang pertama. Kemiringan jalan mencapai lebih dari 60 derajat. Disamping itu kondisi jalan ini untuk musim kemarau seperti sekarang sangat berdeb karena tidak beraspal, sedikit jalan yang di lapisi batu untuk mengeraskan jalan, sedikit lainnya dibeton namun sekitar 80% adalah jalan tanah yang berdebu tebal dan pasti sangat licin dikala musim hujan. Disepanjang jalan yang menanjak di daerah ini, terdapat puluhan tukang ojek yang siap mengantar temen2 apabila ditengah jalan kendaraan temen2 mendapat masalah. Tenang, untuk bisa menggunakan jasa -Tukang Ojek- disini, temen2 hanya butuhn merogoh kocek sebesar Rp. 70.000,- untuk perjalanan pulang pergi (PP). Itu saya rasa harga yang cukup murah mengingat jarak dan kondisi jalan yang sangat unrecommended bagi kendaraan standar. Bahkan jika mau dihitung-hitung, mending pake jasa ojek 70rb ketimbang kita mesti servis motor beratus ratus ribu sepulang liburan kesana hehe. Bagi temen2 yang menggunakan kendaraan roda 4, nanti bisa diparkir di rumah warga kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki atau menggunakan jasa ojek, karena kendaraan roda 4 tidak bisa memasuki jalan menuju puncak B-29.

Memasuki jalan yang dipenuhi tukang ojek, disinilah surganya temen2 off roader tentunya. Kondisi jalan sangat mengerikan dilengkapi dengan tebaran debu2 halus yang sangat tebal. Panjang jalanan

Selasa, 31 Desember 2013

The Hidden Paradise in Lumajang
            Mungkin itulah sebutan yang tepat untuk menggambarkan keindahan dari berbagai pesona alam di Kabupaten Lumajang atau yang kita kenal dengan sebutan “Kota Pisang” atau mungkin seseorang pernah menyebutnya “The Great Banana City”. Kabupaten Lumajang merupakan daerah yang subur karena diapit oleh tiga gunung yaitu: Gunung Semeru (3.676), Gunung Bromo (2.392), dan Gunung Lamongan (1.600) serta sebelah selatan dibatasi oleh Samudera Hindia (www.lumajang.go.id).
            Dengan posisi geografis seperti itu menjadikan Kabupaten Lumajang kaya akan pesona alam. Mulai dari kawasan wisata hingga kawasan pertanian atau agrowisata semua bisa dijumpai disini. Lebih dari Sembilan (9) danau berada di Lumajang, mulai dari Ranu Bedali, Ranu Klakah, hingga Ranu Gumbolo yang berada di bawah kaki gunung Semeru. Danau atau yang disini disebut Ranu rata-rata terbentuk oleh aktivitas vulkanik. Oke, mari kita coba jelajahi keindahan “Kota Pisang” kecil ini.
Mungkin tidak akan kita kupas semua karena banyaknya lokasi wisata dan budaya, namun secara bertahap kita akan kupas sedikit demi sedikit, ayo kita mulai:
1.      Gunung Lamongan/ biasa disebut Gunung Puji

Merupakan salah satu gunung yang terletak di sisi utara Kabupaten Lumajang tepatnya di Kecamatan Klakah. Gunung ini memiliki ketinggian 1.600 mdpl. Tidak terlalu tinggi, namun memiliki track yang lumayan menantang. Pada bulan-bulan tertentu banyak wisatawan melakukan pedakian di gunung ini, terutama untuk acara pembaiatan anggota pecinta alam. Dari atas gunung ini kita bisa menikmati keindahan kota lumajang karena letaknya memang dekat dengan pusat kota. Dari atas gunung ini juga kita dapat melihat dua danau/ranu yang dari atas terlihat seperti danau kembar. Pendakian gunung ini dapat ditempuh dalam waktu semalam, sehingga tepat fajar menjelang kita akan berada dipuncak gunung. Gunung lamongan cocok digunakan untuk para pendaki pemula.

2.      Selokambang

Nah, dari gunung kita beralih ke pemandian, Selokambang sebut saja begitu. Berbeda dengan kolam renang buatan biasa, Selokambang merupakan pemandian alami dengan mata air murni tanpa campuran obat penjernih air (kaporit). Terletak di pinggir pusat kota tepatnya di Desa Sentul Kecamatan pasrujambe. Merupakan tempat favorit muda –mudi Lumajang karena airnya yang bersih dengan air yang sangat dingin, namun kebersihannya tetap terjaga. Tiket masuknya pun Cuma sekitar 5.000 rupiah (ga bikin dompetmu glembosi). Berenang disini sangat nikmat terutama di sore hari dengan ditemani tahu petis khas dari Selokambang, Ajiiibbb…

3.      Kebun TehKertowono/ Kebun Teh Gucialit

Ga kalah sama Kayu Aro di Jambi rek, Kebun Teh Kertosari merupakan Lokasi Perkebunan teh terkenal di Pulau Jawa (selain di Bogor). Lokasinya berada di sisi Barat Kabupaten Lumajang tepatnya di Kecamatan Gucialit. Berbeda dengan yang di Kayu Aro atau di Bogor, Perkebunan disini tempatnya agak mesuk ke dalam, jalannya pun masih alami. Namun demikian Perkebunan ini mempunyai area yang cukup luas dengan kondisi berbukit-bukit, kalo kita liat akan mirip dengan tempat Teletubbies ker. Produknya adalah Teh cap Gajah, udah tembus Ekspor lo. Di dalam Perkebunan ini terdapat air Terjun, memang tidak terlalu tinggi, namun cukup melengkapi wisata kita kesini. Tempatnya bukan sekedar hamparan teh seperti pada umumnya, tetapi masih banyak terdapat pohon besar dengan segala keasriannya. Ini tempat favorit saya dan temen2 waktu SMP SMA gitu deh, enak buat jernihin pikiran, :D

4.      Goa Tetes

Inini ker, kalau diluar negeri kita bisa temui stalaktit & stalakmit yang kabarnya keren banget itu, maka di Lumajang juga ga kalah, di dalam Goa malah. Ya, Goa Tetes, tempatnya agak ke pinggir sih, deket-deket Kabupaten Malang daerah Piket Nol. Merupakan goa alami yang dialiri oleh air dari sumber pegunungan. Tempatnya masih asri, belum dikelola secara optimal oleh pemerintah daerah, tapi hal tersebut ga mempengaruhi keindahannya ker. Jadi tempatnya berbentuk goa, yang di dalamnya dialiri air hingga terbentuk batuan stalaktit & stalakmit yang mengagumkan. Dibagian luar Goa terdapat aliran air berundak dengan warna kecoklatan yang dipengaruhi oleh warna sejenis alga yang saya kurang tahu. Dilihat dari luar Goa ini sangat eksotis, namun sayang perhatian pemerintah kurang terhadap Goa Tetes. Untuk perjalanan kesini dari pusat kota Lumajang dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Tenang ker, sepanjang perjalanan anda anda tidak akan bosan, karena melewati pegunungan piket nol yang indah dengan udara yang lumayan dingin, pokonya perjalanan kesana dijamin asik, ditambah jikan arek” mau mampir sekedar menikmati Baso yang banyak dijual di sepanjang jalan di daerah piket nol, makin komplit deh. Haha…

5.      Pantai Mbambang/ Pantai Selatan

pasti pada tahu Samudera Hindia kan?? Namanya aja udah ngeri ker. Iya ini samudera yang terkenal dengan ombaknya yang ga tanggung-tanggung. Jangan salah, Lumajang ternyata dibatasi oleh Samudera ini lo. Tempat wisatanya bernama pantai Mbambang, untuk asal-usul namanya, cari di google aja ya, ane juga ga tau. Berenang di laut itu bisa jadi alternative liburan yang dinanti-nanti segala golongan usia. Tapi, mesti hati-hati kalau berenang di pantai ini lantaran ombaknya sangat gedhe. Memang bahaya tempat wisata yang satu ini, namun tetep aja rame karena dilengkapi berbagai daya Tarik lain. Lokasinya disisi selatan Lumajang deket tempat latihan tempur TNI AD. Cuma disini kita ga bisa berselancar gan, karena ombaknya yang kegedean. Tempat ini rame terutama pada musim lebaran. Tempatnya di Kecamatan pasirian, selamat mencoba ker….

6.      Pura Mandhara Giri Semeru Agung

kita beralih ke tempat wisata Religi yuk. Ini Pura terbesar katanya se Asia Tenggara, nah Gedhe banget kan. Pasti banyak yang ga nyangka tempat ibadah segedhe ini berada di Kota Pisang yang mungil ini. Iya, ini merupakan pua terbesar se ASEAN, udah jelas banget dong tergedhe se Indonesia. Kalo temen-temen ga percaya, boleh tu Tanya sama orang-orang Bali, hamper semua dari mereka pernah kesini lho. Setiap perayaan hari besar agama Hindu, Pura ini dipenuhi para wisatawan yang ingin beribadah disini. Dari depan emang kecil, tapi di dalam Gedhe banget. Konon katanya di dalam Pura ini mengalir air dari Gunung Semeru, semacam air suci gitu. Kalo temen-temen muslim boleh nyebut ini mekkahnya umat hindu. Lokasinya berada di Kecamatan Senduro, deket pemukiman Tengger, ini deket rumah ane gan, hehe…
kalo temen2 jalan2 kesini jangan lupa bawa oleh2 khas lumajang, Cemilan Pisang. Disini banyak banget centranya, bahkan penghasil pisang Lumajang itu ya disini, Senduro.kalo temen2 pengen pas rame kesini, datang aja waktu hari besar umat hindu, pasti rame banget.

7.      Gunung Semeru

Merupakan Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 3.676 mdpl. Terletak di empat (4) kabupaten yaitu Lumajang, Malang, Pasuruan, Probilinggo. Salah satu akses pendakiannya ada di Kabuipaten Lumajang tepatnya di Kecamatan Ranupani. Disekitar Gunung ini kita bisa menemui 3 danau sekaligus, yaitu Ranu Pani, Ranu Gumbolo, dan Ranu satau lagi lupa namanya, dia berdekatan dengan ranu pani. Kalo temen2 pernah nonton film 5 cm, ya itu di Semeru dan itu Ranu Gumbolo. Puncaknya disebut puncak Mahameru, katanya tempat Gathotkaca diceburin kesitu. Diatas kita bisa melihat indahnya pulau Jawa. Perjalanan ke puncak semeru dapat ditempuh dalam 3 hari pulang pergi. Kalo dari lumajang ke lereng gunung Semeru ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam melewati Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Dari sini kita juga bisa menuju ke Gunung tercantik kedua di dunia yaitu Gunung Bromo. Nah, untuk temen2 yang tertarik dengan olahraga ekstrim, silahkan coba pendakian semeru, dan nikmati indahnya Pulau jawa from top.

8.      Agrowisata Pasrujambe

Mungkin ga segedhe yang di Malang atau di Bogor, tapi ini menjadi pelengkap rute liburan temen2 di Lumajang. Terletak di Kecamatan Pasrujambe, di dalamnya kita bisa berwisata memetik buah salak, durian, sama lain-lain. Mungkin nanti penelitian akhir saya akan berlokasi disini, di kawasan Promatani, hehe,, yang menarik disini adalah perjalanan menuju lokasi yang sangat dinamis, penuh lika-liku dengan nuansa alam yang sangat asri. Oiya, Presiden kita udah pernah ke Lumajang sekedar melihat perkebunan pisang, salak dan Tebu loh, so don’t be hesitant with “Banana City” Presiden ajakesini, :D

9.      Alun-alun Lumajang

Kalo udah capek jalan-jalan di tempat yang tadi diatas, ada baiknya menjajal tempat satu ini, Alun-alun Kota Lumajang. Mungkin bagi temen2 dari kota gedhe bisa disebut taman kota. Tempat ini sangat bersih dan tertata rapi karena pemerintah melalui dinasnya sangat memperhatikan kebersihan tempat satu ini. Wajar sih, pasalnya tempat ini berada tepat di depan kantor Bupati dan Pendopo Kabupaten Lumajang. Bahkan, saking perhatiannya, waktu malam tahun baru, akses kendaraan ke tempat ini ditutup biar ga kotor. Nah kalo pas hari minggu pengen jogging ­bagusnya memang kesini. Selesai jogging kita bisa menikmati santap pagi di sekitar taman ini, sebut saja pecel, lontong sayur, sama jajanan tradisional menjadi favorit para penikmat suasana pagi di taman kota ini, let’s try..
            Oke, mungkin sementara itu dulu gan yang saya posting sambil nunggu cewe ane sms, eh ga ada dia sms ternyata. Yaudah tar kalo ada up date terbaru langsung saya posting. Sebenernya masih banyak banget tempat wisata di Kabupaten Lumajang, tapi tangan udah mulai keriting ngetik ni, tar aja dilanjut.
            Buat temen2 yang tertarik, silahkan kunjungi Lumajang kota Pisang tercinta dan nikmati berbagai keindahan alam yang ditawarkan disini. Tenang, ga bisa keluar negeri, cukup ke Lumajang aja, sebelas dua belas ko. :D

Adma teguh pambudi

23 des 2013